![]() |
| Velline Chu, Foto : Istimewa |
"Kemudian, saya dipukul di kepala sebelah kiri, lalu dijambak lagi, itu kejadian di apartemen baru kami pukul 11 pagi," tutur Velline sambil tak kuasa menahan kucuran air mata.
Menurut Velline, pagi hari berikutnya, saat menjelang subuh HS kelaparan, dan mereka berdua mencari makan. Ketika itu handphone Velline Chu tiba-tiba ada sebuah "notification" yang menandakan adanya sebuah video masuk melalui WhatApps.
"Kebetulan ada relasi yang mengirim video Goyang Ngopi Say, karena memang waktu itu saya bikin chalenge goyang ngopi say, sesuai judul lagu saya di Nagaswara," ungkapnya.
Nah, kebetulan WhatApps tersebut dilihat HS yang merupakan teman dekatnya tersebut. Tak pakai nunggu lama, Velline Chu langsung menerima lagi pukulan di kepalanya.
"Saat itu lebih parah lagi, rambut saya ditarik lagi ke atas, lalu saya dibanting lagi, saya sempat pingsan, karena kepala saya masih memar karena paginya ia aniaya, dan dia pukulin lagi saat menjelang subuh," tutur Velline.
Velline Chu melanjutkan, saat ia pingsan, masih dihantam dengan pukulan bertubi-tubi tanpa prikemanusiaan.
"Ketika saya pingsan, saya masih dihantam dengan kepalan tangan dia, saya masih berasa meskipun semua rasanya sudah gelap," beber Velline ke awak media dengan derai airmata.
Velline Chu sempat istighfar dan memohon ampun kepada HS, meskipun tidak ada kesalahan yang ia perbuat. "Dan ketika saya minta ampun, ia tidak memberikan ampun apapun, bahkan saya diseret, dari kasur saya diseret ke bawah, dari kamar saya diseret ke ruang tamu," papar Velline Chu, didampingi kuasa hukumnya, Saut Leonard Situmorang SH, MH. [UjangSupriyo]
