Rabu, 11 Agustus 2010

BANTING TULANG DEMI REKAMAN


SUKA YANG LEMBUT
BAGIAN TENGAH KE ATAS

Sebelum berhasil terjun ke dunia rekaman, Lina Angelie sempat banting tulang. Siang jadi malam, malam menjadi siang. Setiap hari ia terus bernyanyi dan bergoyang di sebuah cafe Puri Mega. Namun yang paling tidak sopan bagi artis yang sekilas mirip Mayangsari ini, jika tiba-tiba ada yang menduga kalau dia penyanyi cafe kelas teri. "Aku kan sudah dikontrak sebuah cafe yang kelasnya menengah ke atas. Dimana-mana, kalau yang namanya bagian tengah ke atas, itu enak karena rasanya lembut," seloroh cewek yang lahir 10 September 1987 ini.

Karena itulah sekarang Lina bersyukur, lewat tembang Arjuna ia berhasil rekaman, walaupun sempat banyak cemooan dari orang-orang yang iri hati, dengki, keki, dan membuat kaki-kaki sampai kram. "Biarlah mereka mencemooh, yang penting aku tetap rekaman, meskipun semua modal pribadi dari aku sendiri, tanpa bantuan suami," tutur Lina yang memang sebenarnya belum punya suami. Katanya, ia kini masih mencari calon suaminya di pasar, ditukang sayur, di stasiun, dan yang terpenting di luar cafe tempatnya bekerja.

Menurutnya, pria-pria yang ketemu di cafe, sebagian besar suka iseng. Baru kenal, tapi sudah mengajak macam-macam. "Macam-macam itu misalnya ya, mereka ngajak main futsal, main sepatu roda, main petak umpet, dan sebagainya," kilahnya. "Yang pasti, aku suka sosok seperti Arjuna yang aku nyanyikan. Dimana ceritanya, aku sedang jatuh cinta, dia mau cium aku, pengen peluk aku, mau rayu aku, pokoke wis sakarepe dewe (Pokoknya sesuka hatinya, red)."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar